Tak hanya itu, universitas negeri juga memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan dan kepribadian mahasiswa. Seorang mahasiswa tidak hanya perlu pintar dalam hal akademis, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang baik agar bisa menjadi pemimpin di masa depan.
Menurut Prof. Anies Baswedan, Rektor Universitas Indonesia, keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya dilihat dari nilai akademisnya, tetapi juga dari keterampilan dan kepribadiannya. Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial, dan seminar, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan seperti kepemimpinan, kerja tim, dan komunikasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Selain itu, pembinaan kepribadian juga menjadi perhatian utama universitas negeri. Dengan adanya program pembinaan karakter, mahasiswa diajarkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya sukses dalam karirnya, tetapi juga menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Menurut Dr. Arief Rachman, seorang psikolog pendidikan, pembinaan kepribadian di universitas sangat penting untuk membentuk generasi muda yang berkualitas. “Kepribadian yang baik akan membantu mahasiswa dalam berinteraksi dengan orang lain, mengatasi konflik, dan bertanggung jawab atas tindakan mereka,” ujarnya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa universitas negeri tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga berperan dalam mengembangkan keterampilan dan kepribadian mahasiswa. Melalui pendekatan holistik ini, diharapkan lulusan universitas negeri dapat menjadi pemimpin yang berkualitas dan mampu bersaing di era globalisasi saat ini.