Selain itu, Universitas Sebelas Maret (UNS) juga memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi mahasiswa yang aktif. Mahasiswa UNS tidak hanya diharapkan menjadi akademisi yang kompeten, tetapi juga memiliki kepribadian yang tangguh dan berwawasan luas.
Menurut Rektor UNS, Prof. Dr. Ravik Karsidi, kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. “UNS tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan soft skills melalui berbagai kegiatan di luar kelas,” ujarnya.
Salah satu contoh kegiatan ekstrakurikuler yang populer di UNS adalah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Seni dan Budaya. UKM Seni dan Budaya UNS memiliki berbagai cabang seperti tari, musik, teater, dan seni rupa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengekspresikan bakat dan minat mereka di bidang seni dan budaya.
Selain itu, UNS juga memiliki organisasi mahasiswa yang aktif seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan HIMA (Himpunan Mahasiswa). Organisasi mahasiswa ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas antar mahasiswa dan memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam pengelolaan kampus.
Menurut Ketua BEM UNS, Sarah Prameswari, kegiatan organisasi mahasiswa merupakan sarana bagi mahasiswa untuk belajar kepemimpinan, kerjasama tim, dan tanggung jawab. “Melalui organisasi mahasiswa, mahasiswa dapat mengasah kemampuan leadership dan memperluas jaringan relasi,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi mahasiswa yang aktif di UNS, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi akademisi yang kompeten, tetapi juga memiliki kepribadian yang tangguh dan berwawasan luas. Hal ini sesuai dengan visi UNS sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.